Menggenjot Minat Baca anak-anak dengan Bagikan Buku


Melihat yang dilakukan oleh salah satu pegiat literasi yang satu ini sungguh luar biasa. merasa prihatin dengan jumlah pengunjung perpustakaan yang sepi, pemuda ini membuat sebuah terobosan untuk menarik minat masyarakat agar mau membaca dan berkunjung ke perpustakaan. Ratusan bukupun disiapkan untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak dan masyarakat.


Namanya Eko Prasetyo (30), tinggal di Kampung Umpu Kencana, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan. Namanya sudah tidak asing lagi dalam dunia literasi yang berkaitan dengan pendidikan dan budaya baca di Kabupaten Way Kanan. Karena selain mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Eko gencar memburu pembaca melalui lapak baca keliling dengan sepeda motor hingga ke daerah-daerah pelosok di kabupaten itu.


Eko Prasetyo mengungkapkan, perpustakaan merupakan sarana belajar yang sangat mudah dijangkau oleh siapapun. Sehingga sangat sayang sekali jika perpustakaan dengan berbagai fasilitas buku-buku bacaannya tidak dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik.


“Fungsi perpustakaan mestinya dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena selain sebagai sarana edukasi, juga sebagai sarana informasi dan rekreasi. Tapi faktanya jumlah pengunjung yang berkunjung ke perpustakaan, apalagi di Perpustakaan Pemkab Way Kanan sangat sepi. Maka disini perlu ada gagasan atau terobosan agar masyarakat mau datang ke perpustakaan.”ujar Eko. Kamis (14/09)


Atas dasar itulah, ia cukup gelisah dan terpanggil melihat fakta itu. Sehingga berupaya memberikan daya rangsang kepada masyarakat melalui buku-buku yang dibagi secara gratis pada saat berkunjung ke perpustakaan. Selain buku-buku, juga dibagikan souvenir berupa piring dan gelas sebagai daya rangsang untuk menambah ketertarikan masyarakat berkunjung ke perpustakaan itu,


“Apalagi momentum Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh setiap tanggal 14 September ini, tidak hanya sebagai sarana seremonial saja. Melainkan harus dibarengi dengan upaya nyata agar perpustakaan bisa lebih dekat dengan masyarakat. Jika perpustakaan sudah dekat dengan masyarakat, maka proses edukasi melalui buku-buku bacaan menjadi lebih mudah.” jelas Eko yang pernah menjadi juara 1 lomba Pengelola TBM se- Provinsi Lampung itu.


Tak hanya itu, lanjut Eko, dengan terlebih dahulu menemui Kepala Dinas Perpustakaan Way Kanan, Eko meminta agar masyarakat atau siapapun yang ingin mendaftar dan membuat kartu anggota Perputakaan Pemkab Way Kanan untuk digratiskan biaya pembuatan KTA-nya.


“Saya masih ingat, satu tahun yang lalu jika ingin mendaftar dan membuat kartu tanda anggota Perpustakaan Daerah Way Kanan ada syarat biaya KTA sebesar Rp.5.000. Nah ini saya sudah menghadap Kepala Dinas agar yang berkunjung pada saat Hari Kunjung Perpustakaan tanggal 14 September dapat digratiskan. Alhamdulilah Kepala Dinas merespon dan menyetujui akan menggratiskan biaya itu untuk bulan seterusnya.” kata Eko lagi. 


Terakhir, pegiat literasi ini berpesan bahwa semangat berkunjung ke perpustakaan bukan hanya karena adanya iming-iming souvenir/doorpize, atau pada saat tanggal 14 September saja. Sebab perpustakaan adalah sarana belajar masyarakat sepanjang hayat, sehingga berkunjung ke perpustakaan harus dan bisa dilakukan setiap waktu.

 

Sumber :klik disini



Konsultasi Perpustakaan

Lembar Konsultasi perpustakaan ini di Asuh oleh Bapak Itmamudin, SS.,M.IP yang merupakan seorang Pustakawan, Praktisi Perpustakaan dan Konsultan Perpustakaan.

FB. itmam_wafa@yahoo.com
IG. itmam_elwafa
 
Konsultasi Online, Komentar Di Bawah Ini :

STATISTIK USER

Pengunjung hari ini : 35
Total pengunjung : 12538

Hits hari ini : 59
Total Hits : 26038

Pengunjung Online: 1