SUKSES MENUJU CONSAL 2018


Oleh : Ahmad Syawqi

(Pustakawan Terbaik 1 Utusan Indonesia dari Kalimantan Selatan)

 

Beberapa waktu yang lalu, pada tanggal 12-14 Maret 2018, saya diundang oleh Perpustakaan Nasional RI Jakarta untuk mengikuti seleksi Pemilihan Pustakawan Utusan Indonesia untuk CONSAL (Congress of Southeast Asia Librarians) atau Kongres Pustakawan Asia Tenggara  ke-17 Outstanding Librarian Award pada tanggal 2-5 Mei 2018 Naypyitaw, Myanmar, yang mengangkat tema "Next Generation Libraries: Collaborate and Connect" atau Perpustakaan Generasi Berikutnya: Berkolaborasi dan Terhubung"

CONSAL adalah satu-satunya organisasi regional perpustakaan, sekolah perpustakaan, Asosiasi Perpustakaan, dan institusi terkait di negara-negara ASEAN. Didirikan di Singapura pada tahun 1970 dan memiliki sepuluh anggota yang mencakup asosiasi perpustakaan dan pustakawan Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Melalui CONSAL XVII bertindak sebagai kekuatan utama dalam mengembangkan hubungan strategis, melakukan kegiatan kolaboratif, dan mengambil keuntungan yang baik untuk peluang signifikan bagi perpustakaan di Kawasan. Kita perlu menggabungkan diri untuk menyediakan akses terhadap informasi bagi semua warga negara, melestarikan dan mengakses budaya dan warisan, memajukan inklusi digital melalui teknologi baru, mempromosikan keaksaraan universal, dan melayani sebagai jantung dari kesempatan belajar seumur hidup bagi masyarakat kita.

CONSAL mengadakan konferensi umum setiap tiga tahun di setiap negara anggota secara bergantian dan mempromosikan kerja sama antar pustakawan di Wilayah Asia Tenggara. CONSAL menyediakan forum pustakawan dan spesialis informasi untuk memperkuat jaringan, kemitraan, dan keterkaitan satu sama lain; mempromosikan koordinasi, kolaborasi, dan menyediakan platform untuk berbagi dan pertukaran informasi dan pengalaman mengenai isu-isu di bidang kepustakawanan, perpustakaan dan ilmu informasi, dokumentasi, informasi dan kegiatan terkait di wilayah ini.

Melalui pemilihan Pustakawan Berprestasi melalui CONSAL diharapkan bisa memacu para pustakawan di kawasan Asean agar dapat meningkatkan kompetensi dan mengembangkan profesionalismenya secara sistematis dan berkelanjutan. Kemudian juga memberikan penghargaan kepada pustakawan yang berprestasi terbaik, mengembangkan profesionalisme Pustakawan Indonesia, meningkatkan motivasi, inovasi dan etos kerja Pustakawan, menambah dan berbagi pengetahuan, keterampilan dan wawasan diantara peserta, mendorong terjalinnya kerjasama jasa informasi perpustakaan yang kuat diantara peserta serta untuk mewujudkan citra pustakawan sebagai profesi yang dapat dibanggakan dilingkup Propinsi, Nasional dan internasional.

 

Upaya Kerja Keras dan Doa

Dalam pemilihan pustakawan utusan Indonesia untuk CONSAL ini diikuti oleh 9 pustakawan teladan terbaik berprestasi Indonesia yang mereka merupakan para juara 1,2 dan 3 tingkat nasional dari tahun 2015, 2016 dan 2017. Kebetulan penulis adalah utusan wakil dari provinsi Kalimantan Selatan yang sebelumnya meraih prestasi sebagai pustakawan terbaik berprestasi tingkat provinsi Kalse sebagai juara 1 tahun 2009 dan 2016. Dan di tingkat nasional meraih juara 3 sebagai pustakawan teladan terbaik berprestasi nasional tahun 2016.

Dalam kegiatan pemilihan tersebut para peserta diminta untuk membuat essai dalam bahasa Inggris disertasi dokumen pendukungnya yang menjelaskan tentang  (1) Deskripsi tentang kesuksesan diri saya dalam bidang perpustakaan; (2) Cara saya mempromosikan dan mengadvokasi layanan perpustakaan di komunitas kepustakawanan  di wilayah Asia Tenggara; (3) Kebutuhan/masalah/hambatan layanan perpustakaan yang dapat saya selesaikan dan dampaknya kepada masyarakat; (4) Yang sudah saya lakukan di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional; dan (5) Kontribusi yang sudah saya berikan di organisasi profesi di tingkat daerah, nasional, regional dan internasional. Essai tersebut juga dituangkan dalam bentuk powerpoint untuk dipresentasikan di hadapan dewan juri.

Dalam sesi presentasi penulis menyampaikan materi terkait dengan Tri Dharma Pustakawan. Kebetulan penulis merupakan seorang pustakawan yang bertugas di  perpustakaan perguruan tinggi. Keberadaannya dalam kehidupan bangsa dan negara berperan penting melalui penerapan tiga kewajiban (Tri Dharma) Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan tri dharma tersebut.

Bagi saya sebagai seorang pustakawan yang berada di perpustakaan perguruan tinggi, tri dharma perguruan tinggi wajib menjadi Tri Dharmanya Pustakawan. Pelaksanaan Tri Dharma pustakawan harus menjadi sebuah aktivitas, gerakan dan karya yang harus dilakukan oleh pustakawan dalam meraih kesuksesan.

Dalam sesi wawancara penulis diminta untuk bercerita tentang peran saya  dalam organisasi profesi pustakawan, kesuksesan dan yang terpenting kontribusi adalah yang telah kita berikan bagi kemajuan dunia kepustakawan Indonesia di tingkat lokal, nasional, regional dan bahkan internasional.

Alhamdulillah setelah melalui ujian selama tiga, 12-14 Maret 2018, berkah usaha dan doa dari semua pihak, akhirnya penulis terpilih sebagai Pustakawan Terbaik 1 utusan Indonesia untuk CONSAL Outstanding Librarian Award pada tanggal 2-5 Mei 2018 Naypyitaw, Myanmar).  Mohon doa restu, saya sebagai pustakawan UIN Antasari wakil dari Kalsel sebagai utusan Indonesia, agar bisa terus berkarya dan berprestasi bagi kemajuan kepustakawan di tingkat lokal, nasional, regional dan bahkan internasional. Aamiin.


Konsultasi Perpustakaan

Lembar Konsultasi perpustakaan ini di Asuh oleh Bapak Itmamudin, SS.,M.IP yang merupakan seorang Pustakawan, Praktisi Perpustakaan dan Konsultan Perpustakaan.

FB. itmam_wafa@yahoo.com
IG. itmam_elwafa
 

STATISTIK USER

Pengunjung hari ini : 32
Total pengunjung : 12535

Hits hari ini : 36
Total Hits : 26015

Pengunjung Online: 1