MEMBACA WAKTU DAN WAKTU MEMBACA


MEMBACA WAKTU DAN WAKTU MEMBACA

 

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat kita sudah berada  di tahun baru 2018. Saat  memasuki awal tahun baru, terutama tahun baru masehi 1 Januari, menjadi ajang kegembiraan yang luar biasa terutama bagi kawula muda. Mereka berpesta ria, keliling kota, menyusur jalan di bawah cahaya terang dan kegelapan demi menunggu pukul 00.00 waktu setempat. Meski ada juga sedikit atau segelintir remaja kita yang sangat arif untuk menyikapi pergantian tahun, mereka hanya bermuhasabah, beri'tikaf, berzikir dan beristigfar. Semoga kita termasuk golongan yang sedikit ini. Amin.

 

Makna Waktu

Dalam Islam, waktu adalah modal yang diberikan Allah gratis, tak perlu diangsur, karena kita tidak mampu mengangsurnya. Allah bersumpah dengan waktu dalam banyak ayat. Kadang Allah bersumpah dengan menyebut Demi Matahari (karena perjalanan bumi mengelilingi matahari menentukan hitungan hari dalam tahun syamsiyah), Demi Bulan (karena peredaran bulan mengelilingi bumi dan bersama-sama bumi mengelilingi matahari akan menentukan penanggalan bulan qamariyah). Demi masa, karena kita berlomba dengan masa/waktu.

Dalam kajian ilmu astronomi, waktu adalah nisbah putaran perjalanan planet bumi yang kita juga ikut di dalamnya berkeliling mengitari matahari yang berputar pada porosnya dan dalam memudahkan perhitungan, dipatoklah angka 24 jam dalam satu hari atau satu kali putaran bumi tadi, sehingga waktu putaran setiap planet tidak sama. Di Planet Mars misalnya, waktu satu hari (satu kali putarannya), lebih lama dari putaran bumi. Jadi waktu itu ternyata relatif pula.

Bagi seorang pelajar waktu adalah modal yang diberikan sama kepada semua orang. Modal itulah yang dikelola setiap manusia untuk berkompetesi meraih segala cita dan rencana. Dalam  pepatah orang Barat, Time is money. Pepatah ini mungkin belum tentu cocok untuk kita pelajar  muslim, sebab pepatah itu akan menyikapi segalanya sebagai bernilai uang. Kalau itu yang dipahami dan diyakini, maka belajar, kuliah, ijazah yang diperoleh sebagai hasil perjuangan bergulat dengan waktu juga sebagai uang.

 

Membaca Waktu dan Waktu Membaca

Ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad adalah perintah membaca. Dalam riwayat, Nabi menggigil ketika menerima perintah itu karena di samping (mungkin) terkejut, Beliau agak bingung tentang objek yang dibaca, karena ayat-ayat Alquran belum ada yang diturunkan Allah sebelumnya . Jawaban Beliau ma ana bi qari` dapat kita artikan dengan "apa yang saya baca" dengan asumsi "ma" sebagai "ma""mawshul" Lalu Allah menyambung firman-Nya, "Bacalah (segalanya) dengan nama Rabbmu yang telah menciptkan (semesta alam). Dengan demikian, perintah membaca termasuk untuk membaca waktu yang terus berjalan.

Hakikat membaca adalah menangkap dengan batin segala fenomena yang kita hadapi untuk diolah, dianalisis, disimpulkan dn dijadikan pelajaran. Hakikat membaca tidak hanya dilakukan dengan lidah di depan tulisan, tetapi lebih luas dari itu. Dengan demikian, Nabi yang ummipun tetap disuruh Allah untuk membaca. Orientasi membaca didahului dengan visi yang jelas, yang bagi umat muslim orientasi itu adalah menuju "mardlatillah". Keridaan Allah menjadi tujuan setiap muslim, segala apa yang dilakukan  berujung pada tujuan yang sama, meraih ridla Allah.

Bagaimana dengan kita, apa yang sudah kita baca, jawaban pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh diri kita masing-masing.

Dalam ayat kedua yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad adalah penjelasan salah satu objek yang dibaca, yaitu membaca diri masing-masing. Apa yang ada pada setiap diri kita, ternyata jawabannya satu saja, dalam diri kita tersimpan potensi yang sangat besar. Potensi batin dan lahir. Potensi itu dapat kita bawa kedalam jalan menuju ridla Allah atau sebaliknya. Di antara tiga potensi batin itu, hanya keinginan yang kadang menyimpang, tetapi bila keinginan menyimpang itu didialogkan dengan akal, hati, apalagi roh, maka  keinginan menyimpang itu pasti akan mengalah dan takluk tak berdaya. Potensi lahir berupa ragawi hanya mengikuti potensi batin. Batin yang baik pasti akan memancarkan prilaku ragawi yang baik pula. Rasul sudah mengingatkan, di dalam setiap jasad ada segumpal darah yang menentukan gerak hidup kita, itulah gumpalan batin kita. Membaca waktu akan menyadarkan kita untuk perlunya terus berjuang menggunkan potensi besar tadi menuju ridla-Nya.

Kapan waktu kita harus membaca? Dalam pengertian membaca yang sangat luas tadi, setiap saat seyogyanya kita berada dalam pembacaan. Bukankah hidup kita ini bermakna terus belajar dan belajar terus. Dalam dunia pendidikan, seorang guru dianjurkan melakukan Classrom Action Research (penelitian ketika mengajar) agar dia dapat terus mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilakukannya untuk menentukan langkah-langkah berikutnya  yang lebih baik. Seorang guru yang baik, dalam teori pendidikan, adalah guru yang terus meneliti dan terus mengambil hikmah dari hasil evaluasi tindakan-tindakan (dalam proses pembelajaran) sebelumnya. Sebenarnya tidak hanya guru yang dianjurkan seperti itu, semua kita harus terus melihat, menganalisis, menyimpulkan apa-apa yang telah kita lakukan untuk membuat prestasi-prestasi berikutnya. Kita belajar seumur hidup, dari buaian sampai mendekati liang lahad. Hanya dengan demikian kita tidak akan  terjebak dalam hidup yang sia-sia dan merugi.

Mari kita terus meningkatkan pengetahuan dengan membaca dan terus membaca. Dengan banyak pengetahuan berarti kita telah memenuhi kehausan batin kita. Hanya jangan lupa bahwa ketinggian pengetahuan harus dibarengi dengan ketinggian iman. Allah akan mengangkat derajat orang beriman dan orang yang berilmu pengetahuan. (QS al-Mujadilah/58:11).

 

 Sumber :  AHMAD SYAWQI (Pustakawan UIN Antasari Banjarmasin)


Konsultasi Perpustakaan

Lembar Konsultasi perpustakaan ini di Asuh oleh Bapak Itmamudin, SS.,M.IP yang merupakan seorang Pustakawan, Praktisi Perpustakaan dan Konsultan Perpustakaan.

FB. itmam_wafa@yahoo.com
IG. itmam_elwafa
 

STATISTIK USER

Pengunjung hari ini : 36
Total pengunjung : 12539

Hits hari ini : 64
Total Hits : 26043

Pengunjung Online: 1