Konsep Kepustakawan


 

Pada tahun 1930-an Ranganathan menyampaikan lima hukum ilmu perpustakaan (five laws of library science), yaitu :
1. Books are for use (buku untuk dimanfaatkan)
2. Every reader his book (setiap pembaca terdapat bukunya)
3. Every book its reader (setiap buku terdapat pembacanya)
4. Save the time of the reader (hemat waktu pembaca)
5. A library is a growing organism (perpustakaan bagai organisme yang sedang tumbuh)

 

 

Dalam tulisan ini saya akan share dengan anda sesuai dengan tema/judul di atas, dimana saya saat ini sudah memulai karirnya di bidang kepustakawanan . Untuk itu, tulisan ini lebih menekankan adanya pemahaman yang jelas dan tegas akan ke-5 hukum perpustakaan di atas. Adapun untuk memahami makna dari ke-5 pernyataan agar memberi dampak dan konsekuensi yang positif bagi perkembangan perpustakaan, tentunya seorang  pustakawan harus menerapkannya. Tidak sekedar pemahaman teori dan kebijakan, tetapi wujudnya mana?
Sekarang, bila sudah membaca, mencermati, dan mempelajari, selanjutnya saatnya untuk dilaksanakan. Dengan berbagai sumber daya dan komponen perpustakaan yang dimiliki, ke-5 hukum tersebut adalah modal utama perpustakaan dalam meningkatkan kualitas dan citranya di masyarakat (pengguna). Baik dari segi kemanfaatan informasi, kepuasan pengguna, maupun nama baik perpustakaan itu sendiri. Sebuah pemaknaan mendalam dari pernyataan diatas sangatlah penting untuk mewujudkan impian yang besar dari lembaga ini. Ada beberapa trik yang saya utarakan dalam memaknai dan merealisasikan impian Ranganathan tersebut, yaitu:

 

PertamaBooks are for use (buku untuk dimanfaatkan)

Pendapat ini bahwa buku adalah objek dan media pokok yang harus ada di perpustakaan. Tanpa buku, perpustakaan tidak akan ada orang yang akan memanfaatkannya. Buku mendapatkan tempat yang “mulia”, perpustakaan mengumpamakan bahwa buku ini sebagai “world of  the windows”. Buku yang tersedia harus mewakili kebutuhan setiap pembaca, tanpa ada kemubadziran manfaat informasi yang terkandung di dalamnya. Untuk itu, ketersedian buku yang dikoleksi hendaknya ada manfaat yang positif bagi pembacanya.

Kedua, Every reader his book (setiap pembaca terdapat bukunya).

Pendapat ini adalah tugas berat bagi pengelola pusdokinfo, karena lembaga ini tidak mengetahui secara keseluruhan buku bacaan apa yang harus disediakan ke penggunanya. Kita bisa lihat, secara fisik gedung perpustakaan saat ini terlihat besar dan megah, tapi apakah semua koleksi dan informasi sudah tercakup di dalamnya? Padahal kebanggaan moral bagi pustakawan jika dia bisa memenuhi apa yang diinginkan penggunanya, apa yang dicari dan dibaca adalah ketemu sumbernya. Bagi pengambil kebijakan (kepala perpustakaan dan pimpinan terkait), hal ini merupakan tugas utama dalam pengembangan koleksi dan meningkatkan kualitas informasinya. Jika pengguna yang setiap datang ke institusinya tidak menemukan informasi apa yang dicarinya, mungkin hal terburuk yang dihadapi perpustakaan adalah akan ditinggalkan dan rasa ketidakpercayaan penggunanya terhadap jasa layanan yang diberikan.

Ketiga, Every book its reader (setiap buku terdapat pembacanya)

Jika pendapat kedua memandang dari sudut pembacanya, klausul ini menekankan pada jenis koleksi buku yang senantiasa dibutuhkan pembaca dan layanan perpustakaan harus “user oriented”. Perpustakaan harus menyeleksi dan menambah koleksi yang baru dan “up to date”, dengan mengikuti informasi dan ilmu pengetahuan yang sedang berkembang di masyarakat. Tujuannya adalah menyampaikan berita/informasi aktual yang sedang menjadi perhatian pembaca. Rasa puas dalam diri pembaca akan tersalurkan secara maksimal.

Keempat, Save the time of the reader (hemat waktu pembaca)

Adanya kemudahan akses yang diberikan dan “user friendly” yang dilayankan adalah prioritas utama layanan prima perpustakaan. Pernyataan ini menekankan adanya sinkronasi antara ketersediaan cakupan koleksi (subjek maupun judul) dengan harapan pengguna dalam menelusur sumber-sumber informasi. Setelah buku yang dicari tercantum di database/katalog penelusuran, pengguna langsung menuju tempat penyimpanan koleksi dan menemukannya adalah waktu yang efektif untuk memanfaatkan koleksi tersebut. Bagi pengguna yang dapat menikmati buku bacaan secara tuntas dan tepat, waktu mereka sangat berharga dan bisa memanfaatkan untuk mengakses koleksi yang lain. Sehingga, konten informasi dan pengatahuan dari koleksi yang dibaca dapat diserap dengan baik oleh akal dan pikiran pengguna.

Kelima, A library is a growing organism (perpustakaan bagai organisme yang sedang tumbuh)

Suatu lembaga jasa layanan informasi dan dokumentasi dikatakan berhasil dan maju apabila keberadaannya diakui dan ada manfaatnya bagi masyarakat. Khususnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perpustakaan harus mampu bersaing dengan lembaga-lembaga informasi yang lain. Ketersediaan sarana prasarana dan infrastruktur Teknologi Informasi dan Telekomunikasi hendaknya ditambah dan dilengkapi guna meningkatkatkan akses informasinya.


Konsultasi Perpustakaan

Lembar Konsultasi perpustakaan ini di Asuh oleh Bapak Itmamudin, SS.,M.IP yang merupakan seorang Pustakawan, Praktisi Perpustakaan dan Konsultan Perpustakaan.

FB. itmam_wafa@yahoo.com
IG. itmam_elwafa
 

STATISTIK USER

Pengunjung hari ini : 32
Total pengunjung : 12535

Hits hari ini : 45
Total Hits : 26024

Pengunjung Online: 1